Thursday, July 22, 2004

PGN Buka Pasar Baru di Kawasan Indonesia Timur

JAKARTA - Meningkatnya kebutuhan gas di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, mendorong PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membuka pasar baru di kawasan tersebut. Untuk melaksanakan strategi tersebut, PGN telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pembelian gas dengan PT Medco E&P International senilai US$ 3 miliar untunk jangka waktu 20 tahun.
“Selama ini, sudah ada permintaan gas yang besar di kawasan teersebut. Namun, belum bisa dipenuhi akibat belum dikembangkannya ladang sumber gas di sana. Karena itu, kami pun menandatangani MoU dengan Medco senilai US$ 3 miliar untuk jangka waktu 20 tahun. Dengan adanya suplai dari Medco, PGN akan dapat memenuhi kebutuhan pasar tersebut, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan energi besar seperti perusahaan pembangkit listrik, perusahaan tambang, dan juga kawasan
industri,” kata Corporate Secretary PGN, Widyatmiko Bapang, dalam siaran persnya yang diterima Investor Daily, Rabu (21/7), di Jakarta.
Dikatakan Widyatmiko, pasokan gas Medco yang berasal dari lapangan Senoro Toli Luwuk Sulawesi Tengah tersebut, akan dibeli melalui pipa maupun pengapalan dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG). Volume penyaluran gas itu sendiri direncanakan bertahap hingga mencapai volume 350 MMSCFD. “Pasokan gas dari Medco akan dibeli melalui pipa maupun pengapalan dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) dan volume penyaluran gas itu sendiri direncanakan bertahap hingga mencapai volume 350 MMSCFD,” tutur Widyatmiko.
Menurut Widyatmiko, pihaknya selain melakukan pembelian dari lapangan Senoro tersebut, PGN juga tengah melakukan pembahasan yang mengarah ke pembelian gas dari lapangan Donggi Luwuk Sulawesi Tengah yang juga dikelola oleh Medco bersama Pertamina. “Tujuan dari pembelian ini tak lain untuk memastikan tersedianya suplai gas dalam jangka panjang untuk kawasan Indonesia Tengah dan Timur,” ujar Widyatmiko.
Widyatmiko menuturkan, distribusi gas kepada para pelanggan PGN itu sendiri diperkirakan bisa direalisasikan pada tahun 2008 untuk jangka waktu 20
tahun juga.
Widyatmiko menambahkan, dengan tersedianya suplai gas tersebut diharapkan akan bisa memberikan kontribusi penjualan dan laba yang sangat signifikan bagi PGN dalam jangka waktu yang panjang. Kedepan, PGN masih akan terus secara agresif melakukan perluasan jalur suplai untuk memastikan ketersediaan suplai gasnya. Widyatmiko juga menilai, dengan tingkat kebutuhan gas di kawasan Timur yang terus meningkat dan masih belum dapat dipenuhi saat ini, pembelian gas ini akan semakin memperkuat posisi PGN sebagai pemain utama dalam pengadaan dan distribusi gas di Indonesia.
Sebelumnya, manajemen Medco memang mengaku bahwa pihaknya melalui dua anak perusahaannya, yaitu PT Medco E & P Indonesia (PT Mepi) sebuah perusahaan Joint Operating Body (JOB) Pertamina – Medco Madura Pty Ltd selaku operator blok Madura Jawa Timur dan PT Medco E & P Lematang selaku operator blok Lematang Sumatera Selatan, tengah melakukan penandatangan kontrak jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) di Surabaya.
Medco melalui PT Mepi, nama pengganti untuk PT Exspan Nusantara terhitung sejak 19 April 2004 dengan 14 wilayah kerja migas di 8 provinsi dan 22 kabupaten di Indonesia, akan memasok gas sebanyak 200 mmcfd (juta kaki kubik per hari, red) ke PGN dengan nilai US$ 260 juta selama 15 tahun, mulai dari tahun 2006 – 2021. Sedangkan dari PT Medco E & P Lematang, Medco akan memasok gas sebanyak 100 mmcfd dengan nilai US$ 1,030 miliar selama 11 tahun, mulai dari tahun 2006 – 2017. Kedua kontrak jual beli tersebut merupakan kontrak baru. (c51)



0 Comments:

Post a Comment

<< Home