Saturday, January 08, 2005

2004, Pelanggan Seluler Indosat Tembus 9,7 Juta

JAKARTA- Hingga akhir 2004, PT Indosat Tbk membukukan pelanggan lebih dari 9,7 juta. Angka itu melampaui target sepanjang 2004 yang diperkirakan mencapai 9 juta.
“Meskipun belum semua angka masuk dalam pembukuan, namun, terlihat target pelanggan sudah terlewati. Kini, total pelanggan telah melebihi 9,7 juta,” kata Fadzri Sentosa, senior Vice President Celullar Sales Indosat, di Jakarta, Kamis (6/1).
Sepanjang 2005, perseroan menargetkan penambahan pelanggan sekitar 3,7 juta hingga 4 juta pelanggan.
Sebelumnya Hasnul Suhaimi, direktur Pemasaran Seluler Indosat mengatakan, guna merealisasikan target itu, bisnis seluler akan mendapatkan alokasi dana sekitar 80% dari total belanja modal (capital expenditure/Capex) yang besarnya US$ 650 juta hingga US$ 700 juta.
Target perolehan pelanggan baru Indosat tergolong lebih rendah dibandingkan sang pemimpin pasar, PT Telkomsel yang menargetkan penambahan 6 juta pelanggan.
Tahun 2005, Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memperkirakan terjadi penambahan sedikitnya 10 juta pelanggan telepon seluler. “Jika tahun 2004 sekitar 30 juta total pelanggan seluler, tahun ini akan bertambah sedikitnya sekitar 10 juta,” tutur Rudiantara, ketua ATSI beberapa waktu lalu.
Sepanjang 2004, dari total 30 juta pengguna seluler, selain Indosat yang menguasai 9,7 juta, pemain seluler lainnya PT Excelcomindo Pratama (XL) membukukan sekitar empat juta pelanggan dan Telkomsel sekitar 15 juta pelanggan.
Strategi Pemasaran
Selain itu, guna mencapai target perseroan menerapkan strategi pemasaran yang jitu. Pada awal 2005 ini, perseroan sudah mulai bergerak untuk memperbaharui program pemasaran mereka. Untuk itu, perseroan mengeluarkan paket khusus bagi pengguna kartu prabayar Mentari dan IM3, yakni Paket Mentari Awal Tahun dan Paket IM3 Super.
“Kalau dulu, kita keluarkan paket Mentari Mudik, kini masa mudik sudah lewat, dan kita sekarang keluarkan paket baru lagi,” kata Fadzri.
Paket Awal Tahun Mentari merupakan kartu perdana Mentari yang ditawarkan dengan harga Rp 25.000, termasuk dalam paket ini pulsa preloaded sebesar Rp 15.000 (dengan masa aktif 30 hari dan masa tenggang 37 hari). Paket ini menawarkan bonus pulsa sebesar 10% dari nilai nominal voucher yang dibeli. Sehingga, ketika pelanggan mengisi ulang dengan nominal voucher Rp 100.000 maka pelanggan akan mendapatkan bonus pulsa sebesar Rp 10.000. Bonus ini diberikan dalam dua kali pengisian ulang pertama, bonus pulsa akan tergantung pada seberapa besar denominasi yang di-reload pelanggan. Paket Mentari Awal Tahun ini berlaku mulai 1 Januari hingga 30 April 2005.
Sedangkan, Paket IM3 Super merupakan paket yang dijual dengan harga yang relatif terjangkau yaitu Rp 20.000 dengan pulsa preloaded sebesar Rp 15.000. Perbedaan paket IM3 Super dengan Paket Awal Tahun Mentari ialah dalam bentuk pemberian bonus. Bagi Paket IM3 Super, bonus diberikan dua kali yakni pada hari ke-33 sebesar Rp 5.250 dan hari ke-66 sebesar Rp 5.250, selama kartu tetap di masa aktif. Paket ini berlaku sampai 28 Februari 2005.
Selain peluncuran program, mulai Jumat (7/1), Indosat menurunkan harga jual voucher Mentari. Dengan demikian, harga jual voucher Mentari sudah termasuk dengan PPN. Sebelumnya, pelanggan Mentari yang membeli voucher isi ulang diharuskan membayar PPN dimuka sebesar 10% dari harga jual resmi voucher (belum termasuk PPN).

Transisi Jaringan
Pada tahun ini, bisnis seluler Indosat diharapkan akan semakin mampu menawarkan kualitas layanan yang lebih baik. Wimbo S Harjito, senior Vice President Pelayanan Seluler Indosat mengatakan, layanan seluler perseroan sudah memasuki masa transisi jaringan yang terintegrasi.
“Di wilayah Jakarta, transisi jaringan sudah mulai dikerjakan dari wilayah Cengkareng, Kedoya, dan, bahkan, Kota (jaringan-red) sudah mulai diganti,” papar dia.
Selain membenahi jaringan, Indosat pun telah memperbaiki kualitas sistem billing. Sistem billing yang sebelumnya menggunakan sistem Jupiter kini telah diganti dengan Geneva.
Diharapkan dengan pergantian sistem billing ini maka kualitas layanan perseroan kepada pelanggan akan baik, terutama terkait dengan penagihan.

Bebas Sewa
Anak usaha Indosat -- PT Aplikanusa Lintasarta, membebaskan sewa jaringan bagi 16 perusahaan yang beroperasi di Banda Aceh. Langkah ini dilakukan sebagai ungkapan kepedulian perusahaan yang bergerak dibidang penyediaan jasa komunikasi data tersebut, untuk percepatan rehabilitasi fasilitas infrastruktur ekonomi khususnya dukungan komunikasi data. Pembebasan
biaya sewa diberikan sampai Maret 2005.

Lintasarta juga telah mengoperasikan kembali jaringan - jaringan bagi perusahaan yang beroperasi di Banda Aceh antara lain seperti Bank Mandiri dan Bank Bukopin untuk lokasi Daud Bereuh serta PT Indofarma Tbk di lokasi Teuku Imeung Leung Bata, keseluruhannya telah beroperasi sejak 2 Januari 2005. Pengoperasian kembali fasiltas telekomunikasi tersebut dilakukan untuk mendukung upaya pemulihan kembali roda perekonomian
di wilayah tersebut.
"Pembebasan biaya sewa atas jaringan komunikasi data di wilayah bencana tsunami Banda Aceh merupakan wujud kepedulian Lintasarta dan rasa solidaritas kepada masyarakat Aceh yang tengah mengalami musibah. Kontribusi ini diharapkan dapat mempercepat bergulirnya roda perekonomian di wilayah tersebut," ungkap Yoyo W Basuki, dirut Lintasarta dalam siaran pers yang diterima redaksi, Kamis. (ed/tri)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home